Laman

TEKNIK FOTOGRAFI VERTIKAL UNTUK PANJAT TEBING


Saat ini perkembangan dunia fotografi sudah sangat pesat, banyak sekali jenis-jenis fotografi dengan berbagai keuntungan yang bisa diterapkan untuk berbagai keperluan, salah satunya adalah fotografi vertikal (vertical photography). Mungkin istilah ini belum begitu populer dikalangan masyarakat umum, hal ini wajar karena jenis fotografi vertikal ini umumnya hanya digeluti dikalangan pegiat olahraga panjat tebing, susur goa dan pencinta alam saja. Karena dalam aplikasinya tidak hanya kemampuan memotret saja yang harus dikuasai tetapi juga kemampuan tali-temali untuk berada di ketinggian serta prosedur keamanan yang ketat.

Di luar negeri, para photographer lebih sering memakai istilah untuk teknik foto ini dengan Adventure Photography, bisa jadi karena kegiatan seperti panjat tebing lebih dekat dengan kegiatan petualangan. Sampai saat ini memang belum banyak referensi seperti buku yang khusus membahas  teknik foto ini, tetapi untuk di Indonesia telah ada beberapa workshop yang membahas tentang fotografi vertikal biasanya kerjasama dengan komunitas panjat tebing atau pencinta alam.

PENGERTIAN FOTOGRAFI VERTIKAL

Fotografi vertikal adalah sebuah istilah yang digunakan untuk teknik memotret di ketinggian, teknik fotografi pada bidang-bidang vertikal yang memerlukan prosedur keamanan tertentu. Bidang vertical yang dimaksut bisa berupa tebing, goa, gedung, tower atau jembatan dan sebagainya.

MANFAAT FOTOGRAFI VERTIKAL

Walau teknik foto ini hanya populer di kalangan tertentu saja, tetapi sebenarnya banyak manfaat dari fotografi vertical seperti untuk proyeksi suatu wilayah, bisa juga bagian dari fotografi jurnalistik, yang akan mengangkat berita tentang kegiatan panjat tebing bisa juga untuk Advertising seperti pembuatan Iklan atau bagian dari foto model yang mengambil lokasi pemotretan di tebing juga foto prewedding yang sudah mulai banyak dilakukan ditebing menggunakan teknik ini.


KEMAMPUAN YANG HARUS DIMILIKI DALAM FOTOGRAFI VERTIKAL

Teknik Fotografi dan Safety Prosedur dalam panjat tebing adalah dua hal yang harus dipelajari untuk menguasai fotografi vertical ini. Bagi seorang pemanjat atau pencinta alam mungkin lebih dulu menguasai teknik panjat tebing barulah memperdalam ilmu tentang fotografi, dan sebaliknya bagi para fotografer harus menambah pengetahuan tentang panjat tebing untuk menguasai teknik fotografi vertical ini ditambah lagi beberapa aspek lain yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan foto yang bagus dari ketinggian. Karena fotografi vertical adalah pendalaman maka penulis tidak akan membahas lagi masalah teknik dasar dalam fotografi.

Kemampuan tentang Safety Prosedur dalam pemanjatan yang harus dikuasai meliputi :

- Pengetahuan tentang berbagai peralatan yang digunakan dalam panjat tebing
- Fungsi dan cara penggunaan peralatan panjat tebing
- Penggunaan dan instalasi tali-temali
- Menguasai teknik Ascending dan Descending dengan Teknik SRT
- Manajemen peralatan fotografi yang dibawa untuk memotret di ketinggian dll.

Selain kemampuan teknis diatas, aspek lain yang harus dikuasai agar menghasilkan foto yang bagus adalah memiliki pengetahuan dan kemampuan memanjat, karena ada kalanya untuk menambah ketinggian atau pindah posisi selain menggunakan tali dengan teknik SRT (Single Rope Technique) terkadang anda juga harus memanjat menggunakan kaki dan tangan anda. Lagi pula memiliki pengetahuan tentang panjat tebing akan membuat anda mengerti ‘moment’ kapan harus memotret atau kapan harus pindah posisi, untuk menghasilkan foto yang bagus dan lebih bermakna.


PROSEDUR DALAM FOTOGRAFI VERTIKAL 

Sebenarnya pemotretan untuk aktifitas panjat tebing tidak harus selalu dilakukan dari atas, tetapi adakalanya anda harus naik juga demi mendapatkan hasil terbaik karena pemilihan angle yang tepat akan mengasilkan foto yang tampak lebih ekstrim. Beberapa prosedur yang harus diperhatikan dalam fotografi vertical antara lain :

Pemanjat pertama (Leader) akan memanjat dan memasang anchor untuk SRT, jalur ini adalah  fasilitas untuk fotografer atau jalurnya fotografer yang akan memotret. Setelah selesai leader akan meneruskan pemanjatan hingga ke top.

Fotografer menyiapkan segala peralatan fotografi yang akan dipakai, usahakan bawa yang penting-penting saja agar tidak menggangu pergerakan saat memanjat.

Pastikan SRT set terpasang dengan baik dan senyaman mungkin dengan tubuh, karena biasanya fotografer akan bergantung lama di tali untuk menunggu giliran setiap memanjat yang akan naik.

Selalu perhatikan tali camera agar terpasang dengan baik. Gantung kamera bila perlu dengan pengaman tambahan yang di hubungkan ke harness, agar lebih aman camera juga bisa dimasukan kedalam tas, sebaiknya pilih tas yang bukaan atas (top loading) dan memiliki sabut pengikat ke pinggang agar lebih aman saat mengeluarkan peralatan serta tidak terbentur saat mengayun.

Naik bisa dengan memanjat atau ascending, setelah tiba di titik yang dirasa tepat untuk memotret, pasang pengaman dan keluarkan camera. Usahakan kaki selalu menempel di tebing agar mudah dalam memotret dan menghindari friksi pada tali, kecuali untuk tebing hang atau roof dan proses fotografi vertikalpun siap dimulai. Setelah selesai memotret masukan camera baru lepas pengaman, lalu bisa melanjutkan ke titik berikutnya atau turun sesuai keperluan.

In Frame : Rara / Vertical Photographer

PENULIS : Nad Outdoorlife - Zulkarnain Nad

Artikel TEKNIK FOTOGRAFI VERTIKAL UNTUK PANJAT TEBING ini ditulis oleh Nad Outdoorlife Terima kasih telah membaca artikel ini, Silahkan di SHARE jika bermanfaat, sertakan link aktif jika ingin meng-copy atau tinggalkan KOMENTAR jika ingin bertanya.

1 komentar:

Silahkan bertanya sesuai topik pembahasan atau memberi masukan. Penulis dengan senang hati akan menanggapi. Hanya komentar yang relevan yang akan ditampilkan.