Laman

PENGGUNAAN TALI KERNMANTEL DALAM PANJAT TEBING


Dalam olahraga panjat tebing sangat penting untuk memiliki pengetahuan yang mendalam tentang tali, karena dalam kegiatan ini hampir selalu berhubungan dengan tali, bukan hanya soal simpul tetapi juga soal jenis dan perlakuan terhadap tali itu sendiri. Dalam setiap olahraga extreme khususnya panjat tebing, percaya pada alat adalah hal terpenting yang membuat pemanjat merasa aman dan nyaman saat memanjat dan hal ini tak akan terwujud tanpa pengetahuan mendalam tentang alat tersebut termasuk tali.

DIFINISI TALI

Tali merupakan untaian serat panjang dan terbuat dari berbagai jenis bahan alam atau buatan, berfungsi untuk mengikat, menggantung, menarik dan sebagainya. Secara etimologi bisa diartikan sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan fungsi dan kegunaan tali. Pada mulanya manusia membuat tali dari akar pohon, berkembang ke anyaman serat alam menggunakan alat tenun sederhana, contoh tali dari serat alam adalah rami, manila, sisal dan sebagainya.

Di era modern sekarang ini tali dibuat dari bahan sintetis yang memiliki daya tahan lebih lama dan lebih kuat. Ada beberapa jenis bahan pembuatan tali seperti dari bahan Nylon, Polyolefin, Polyester, Copolymer, juga ada bahan yang kualitas tinggi seperti Kevlar, Spectra, Liquid Cristal Polymers. Dari segi kontruksi tali juga ada beberapai jenis tetapi pada artikel ini penulis hanya akan membahas pada jenis tali kernmantel saja.

TALI KERNMANTEL

Tali kernmantel pertama kali dibuat di jerman, (kern) yang dalam bahasa jerman berarti inti dan (mantel) pelindung. Jadi secara kontruksi tali kernmantel adalah tali yang dilindungi oleh pelindung luar. Inti dari tali kernmantel terbuat dari serat berbahan nylon. Tali ini di design untuk aktifitas outdoor, digunakan dibanyak kegiatan seperti climbing, rappelling, caving juga rescue.  Merek tali kernmantel yang cukup terkenal antara lain Beal, Edelrid dan Mammut. 

JENIS – JENIS TALI KERNMANTEL


TALI KERNMANTEL STATIS

Tali jenis ini memiliki kekuatan paling besar daripada jenis tali yang lain, bersifat kaku jadi agak sulit untuk membuat simpul tetapi tali ini tidak mudah lecet, anti debu dan sulit kotor. Tali jenis ini biasa digunakan untuk aktifitas ascending, rappelling dan juga rescue. Tingkat kelenturan tali jenis ini sangat rendah, untuk tali berdiameter 11mm, kelenturan tali maksimal 3% untuk tarikan 80kg dan minimal 20% untuk tarikan 3000 kg.


TALI KERNMANTEL DINAMIS

Tali ini memiliki tingkat kelenturan yang tinggi jika di banding dengan kernmantel statis yaitu sekitar 25% - 30% maka kemungkinan memantulnya juga tinggi, karena sifatnya yang demikian maka tali ini sangat cocok dipakai pada kegiatan rock climbing, tujuannya agar sipemanjat tetap merasa nyaman saat jatuh walau dari jarak yang cukup tinggi. Tali kernmatel ini memiliki pelindung yang lebih tipis dan tidak kaku jadi sangat mudah untuk membuat simpul. Tali jenis ini tidak bisa digunakan pada kegiatan rescue karena sifat lenturnya yang sangat tinggi sehingga sangat mengganggu dalam proses ascending maupun descending.

KEKUATAN TALI KERNMANTEL

Cara termudah untuk mengetahui kekuatan tali adalah dengan melihat catalog atau manual book tali tersebut, beberapa istilah yang harus anda ketahui tetang kekuatan tali adalah :

Breaking Strength/Kekuatan Putus (BS) satuannya kN (kilo newton) atau Kg (kilogram), 1 kN = 100 Kg.

(Diameter) – (BS) 
7mm – 1000 Kg
8mm – 1500 Kg
9mm – 1800 Kg
10mm – 2500 Kg
11mm – 3000 Kg

Number Of Fall yaitu berapa kali beban dijatuhkan sehingga tali putus, Standarnya menggunakan FF1 dengan beban 80 Kg. Misalnya minimal 2 kali FF1, berarti tali tahan 2 kali hentakan beban 80 Kg dari jarak 1 meter.

Safe Working Load (SWL) adalah beban kerja yang aman, umumnya rumus yang digunakan adalah : 

Untuk benda : Kekuatan Putus  / 5 
Untuk manusia : Kekuatan Putus / 10
Untuk rescue : Kekuatan Putus / 15

Misalkan sebuah tali kernmantel berdiameter 11mm memiliki Kekuatan Putus 3000 Kg, maka beban kerja yang aman  digunakan untuk mengangkat benda adalah 3000Kg / 5 = 600 Kg, untuk mengangkat manusia 3000 Kg / 10 = 300 Kg, untuk rescue 3000 Kg / 15 = 200 Kg.

CARA MEMERIKSA KELAYAKAN TALI

Sebelum atau setelah pemakaian tali harus selalu diperiksa, hal ini berguna untuk menjaga tali agar dalam keadaan baik dan sedini mungkin bisa mengetahui jika tali dalam keadaan rusak atau bahkan tidak layak pakai. Pemeriksaan tali bisa dilakukan dua cara yaitu dengan kasat mata ataupun dengan dirasakan.

PEMERIKSAAN DENGAN KASAT MATA

Hal-hal yang bisa dilihat pada tali adalah : 

Terdapat perbedaan warna pada pelindung tali dengan warna asli hal ini mengindikasikan tali telah terkontaminasi dengan zat lain.

Warna tali pudar, hal ini adalah awal kehancuran tali biasanya karena umur tali yang telah lama dipakai ataupun karena terlalu sering terkena paparan matahari langsung.

Terlihat ukuran diameter tali tidak sama di beberapa bagian tali, hal ini terjadi karena penggunaan alat ataupun perlakuan yang tidak tepat terhadap tali.

Lecet pada tali hal ini karena tali sering bergesekan dengan sudut tajam di permukaannya , terkadang inti tali sampai nampak keluar, tali sudah tidak layak pakai apabila lecet diatas 25%. 

Tali terlihat kaku, biasanya terjadi karena penggunaan simpul yang kurang tepat, hal ini juga perlu diwaspadai karena akan merusak tali secara perlahan.

PEMERIKSAAN DENGAN DISENTUH

Saat diperiksa pada pelindung tali terasa kaku hal ini bisa terjadi karena beban berlebih ataupun tali telah terkontaminasi.

Perubahan pada diameter tali sebagian atau secara menyeluruh hal ini akan menyebabkan kerusakan pada tali.

Terkontaminasi, tali bisa terkontaminasi bukan saja oleh zat kimia berbahaya tetapi juga bisa karena kotoran dan debu.

CARA MERAWAT TALI KERNMANTEL

Perlakukan tali dengan baik apalagi di kalangan pemanjat tali bukan hanya sekedar alat untuk mengikat tetapi adalah nyawa dalam setiap kegiatan. Agar tali selalu dalam kondisi baik dan selalu siap untuk digunakan, ada beberapa perlakuan yang perlu diketahui antara lain :

Saat digunakan, tali sebisa mungkin dihindari dari gesekan langsung dengan permukaan tebing hal ini penting untuk menjaga pelindung luar tali agar tidak rusak.

Jangan mengijak tali, menduduki atau berjalan di tali, karena hal ini akan mengakibatkan debu akan masuk ke dalam tali dan akan merusak serat tali. 

Jangan menggunakan simpul yang tidak tepat karena hal ini bisa mengurangi kekatan tali secara signifikan, lagipula penggunaan simpul yang salah bisa merusak tali.

Setelah digunakan tali segera dibersihkan dengan cara yang benar dari noda atau kotoran yang menempel seperti terkena debu atau lumpur.

Dalam kondisi basah kekuatan tali bisa berkurang hingga 35%.

Saat disimpan, hindari tali dari bahan – bahan kimia berbahaya seperti oli, bensin, air keras dan sebagainya, simpan tali di tempat yang terlindung dan tidak tembab juga terlindung dari hewan pengerat. Jika ada kerusakan / lecet pada tali harus segera ditandai dan diperbaiki.

CARA MENCUCI TALI KERNMANTEL

Sehabis pemakaian tali harus segera dicuci jika terkena kotoran/debu karena debu bisa merusak tali terutama saat proses ascending, mencuci tali bisa menggunakan mesin cuci ataupun dengan tangan. 

Jika menggunakan mesin cuci maka tali sebaiknya dirangkai terlebih dahulu menyerupai rantai gunanya adalah untuk menghindari kusut, atur putaran mesin cuci pada putaran rendah/lembut, gunakan air dingin ataupun hangat. Jangan menggunakan bahan pencuci kain yang mengandung soda seperti sabun atau pelembut pakayan atau bahan kimia berbahaya lainnya. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada petunjuk pencucian tali yang direkomendasikan. Jika mencuci dengan tangan, anda bisa menggunakan bantuan alat desender untuk memeras air yang ada didalam tali.

Setelah dicuci tali sebaiknya dijemur di tempat yang teduh dengan sirkulasi udara yang lancar usahakan tali tidak terpapar langsung dengan sinar matahari, karena jika tali terlalu lama terkena sinar ultraviolet secara langsung bisa merusak talii dan jangan mengeringkan tali dekat api ataupun dengan pemanas lainnya, hal ini sangat bermanfaat agar umur tali lebih tahan lama.

PENULIS : Nad Outdoorlife - Zulkarnain Nad

Artikel PENGGUNAAN TALI KERNMANTEL DALAM PANJAT TEBING ini ditulis oleh Nad Outdoorlife Terima kasih telah membaca artikel ini, Silahkan di SHARE jika bermanfaat, sertakan link aktif jika ingin meng-copy atau tinggalkan KOMENTAR jika ingin bertanya.

Tidak ada komentar:

TANGGAPI ARTIKEL INI

Silahkan bertanya sesuai topik pembahasan atau memberi masukan. Penulis dengan senang hati akan menanggapi. Hanya komentar yang relevan yang akan ditampilkan.