Laman

TEKNIK DASAR BOULDERING DALAM PANJAT TEBING


DIFINISI BOULDERING

Bouldering berasal dari kata Boulder yang artinya baru besar, Jadi bouldering adalah seni gerak memanjat batuan besar ataupun tebing dengan ukuran yang tidak terlalu tinggi. Biasanya batuan atau tebing dengan tinggi tidak lebih dari 4 meter, ataupun di tebing yang tinggi tetapi yang dipanjat tidak lebih dari 4 meter, kalau batuan yang dipanjat lebih dari 4 meter dinamakan highball bouldering. Bouldering adalah salah satu jenis dari olahraga panjat tebing yang paling sederhana dan mungkin paling murah di banding jenis panjat tebing lainnya selain itu bouldering juga termasuk jenis panjat tebing yang memiliki resiko paling kecil, ini karena ketinggian pada rute bouldering yang tidak terlalu tinggi.

Bagi penulis olahraga ini adalah yang paling keren dari pada jenis panjat tebing yang lain karena satu-satunya cabang yang bisa main “keroyokan” alias rame-rame itu kalau dalam satu tempat atau satu batu terdapat beberapa jalur panjat kalau tidak ya tetap harus gantian satu persatu. Dalam bouldering kebersamaan sangat jelas terasa dan siapapun bisa memanjat, olahraga paling “welcome” dan menyenangkan menurut penulis. 

Dari bouldering banyak yang awalnya takut mencoba jadi berani, yang awalnya coba-coba jadi ketagihan, yang  sudah ketagihan malah minta manjat yang lebih tinggi. Penulis sendiri adalah salah satu pemanjat yang awalnya bisa memanjat dari bouldering. Walau terlihat sederhana bukan berarti bouldering mudah untuk dilakukan, bouldering memiliki standar kesulitan yang lebih tinggi dibanding jenis panjat tebing yang lain. Ritme gerakan yang tepat dengan kekuatan penuh adalah kunci keberhasilan dalam bouldering. 


Satu lagi kelebihan bouldering adalah mudah untuk menemukan tempat memanjat, mungkin anda akan kesulitan menemukan tebing yang tinggi dan layak untuk dipanjat tetapi tidaklah sulit untuk menemukan sebuah batu besar yang bisa dijadikan tempat boulderan, yang dibutuhkan hanya kejelian dalam melihat jalur. Anda juga bisa membuat sendiri papan panjat untuk bouldering ini. Dinding rumah atau dinding pagar beton pun bisa dijadikan tempat memanjat untuk bouldering. 

Bouldering tidak memiliki ketinggian yang begitu signifikan oleh karena itu rute pemanjatannya pun lebih banyak ke samping (traverse) ataupun diagonal, start awalnyapun banyak dalam posisi duduk, sehingga rute menjadi lebih panjang lagipula dalam bouldering minimal hanya memiliki 2 poin (point start dan point finis saja) sudah bisa dijadikan jalur panjat.

Bouldering sudah ada sejak tahun 1950-an dikukuhkan oleh John Gill seorang warga Negara amerika, tetapi baru pada tahun 1990-an menjadi sangat populer berkat seorang pemanjat muda yang sangat aktif melakukan olahraga ini dia adalah Chris Sharma juga berasan dari Amerika dan sampai hari inipun dia masih menjadi idola para pemanjat walau sudah tidak muda lagi.

PERSIAPAN DALAM MELAKUKAN BOULDERING


Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan bouldering, antara lain :

SPOTTER

Spotter adalah sebutan untuk orang yang bertugas menahan dan juga mengarahkan gerakan saat memanjat, walaupun anda bisa boulderan sendiri akan tetapi lebih baik kalau dilakukan berdua atau lebih, ini sangat baik untuk membackup anda saat terjatuh. Seorang spotter harus jeli melihat arah gerakan si pemanjat sehingga bisa memprediksi kearah mana sipemanjat akan terjatuh dan dengan sigap bisa berada di posisi yang seharusnya. 

LANDING

Landing atau tempat mendarat, yang perlu diperhatikan adalah lokasi mendarat harus bebas dari sesuatu yang bisa membuat sipemanjat cedera saat terjatuh dan juga tidak membahayakan si spotter dalam melakukan tugasnya. 

EXPOSURE

Exposure atau daerah terbuka, biasanya berhubungan dengan ketinggian, bisa di difinisikan sebagai gabungan antara tempat mendarat, posisi tubuh dan cara berfikir. Misalnya memutuskan untuk melompat saat akan menyelesaikan jalur atau tidak dan sebagainya. Cara berfikir akan sangat dipengaruhi oleh lokasi yang dipilih. 

DESCENT

Descent atau daerah untuk turun, ini juga penting untuk diperhatikan terutama untuk batuan yang berukuran besar dan tinggi. Jangan sampai setelah naik anda akan kesulitan untuk turun ini sangat berbahaya. Lakukan orientasi medan sebelum memanjat, perhatikan semua kemungkinan dengan demikian anda bisa meminimalisir resiko yang akan terjadi.

ISTILAH – ISTILAH YANG SERING DIPAKAI DALAM BOULDERING

Secara umum istilah dalam bouldering sama dengan istilah pada panjat tebing hanya saja ada beberapa yang lebih populer digunakan pada bouldering, antara lain :

PROBLEM : adalah jalur yang akan dipanjat pada bouldering, memiliki titik awal dan akhir dan paling sedikit memiliki 2 titik, start dan finis. Disebut problem karena setiap batu yang akan dipanjat dianggap sebagai masalah yang harus dipecahkan.

TRAVERSE : adalah gerakan memanjat kearah samping ataupun horizontal dan kebanyakan arah memanjat dalam bouldering adalah traverse.

SDS : ini adalah kependekan dari Sit Down Start, yaitu memulai pemanjatan dengan posisi duduk, ini akan membuat rute menjadi lebih panjat dan sulit.

SEND atau SEND IT : adalah istilah yang bisa diartikan dengan 'pecahkan masalah/problem'. Kalau dikatakan ‘sudah send sebuah problem’ itu artinya ia sudah menyelesaikan problem tersebut tanpa curang. 

CRUX : adalah sebutan untuk bagian yang tersulit dari sebuah problem, sering pemanjat akan terjatuh di titik itu.

BETA : adalah pengetahuan gerakan dari awal sampai akhir untuk menyelesaikan sebuah problem. Seorang yang selalu terjatuh disatu rute tertentu biasa akan meminta beta dari sudah pernah menyelesaikan jalur tersebut.

DYNO : adalah gerakan melompat dengan teknik tertentu agar bisa menggapai poin berikutnya. Kadang dibutuhkan ayunan tubuh untuk mendapatkan momentum maksimal agar lompatan bisa lebih tinggi.

TOP OUT : adalah cara atau gerakan terakhir pada saat seorang pemanjat berada dipuncak batu untuk menyelesaikan sebuah problem.


PERALATAN DALAM OLAHRAGA BOULDERING

Pada gambar diatas kalau diperhatikan peralatan dalam bouldering sangat sederhana yaitu hanya sebagian kecil dari peralatan yang biasa dipakai untuk lead climbing, yang sedikit berbeda adalah penggunaan crashpad pada bouldering. Crashpad adalah matras tebal yang tidak begitu empuk digunakan sebagai tempat landing si pemanjat saat terjatuh sehingga tidak mencederai bagian tubuh sipemanjat seperti pergelangan kaki ataupun punggung. 

RATING (TINGKAT KESULITAN) PADA BOULDERING

Skala untuk menunjukan tingkat kesulitan dalam bouldering yang paling populer saat ini adalah penggunaan skala-vi (ve-scale). Skala ini dibuat oleh John Sherman dari amerika pada tahun 1990-an. Skala ini dimulai dari V0 sampai V15 untuk yang tersulit. Sedangkan untuk tingkat kesulitan pada rute panjat tebing di Indonesia umumnya memakai skala yosimete atau biasa disebut YDS, skala ini dimulai dari angka 5 dan ada huruf dari A sampai D, contoh 5.6 adalah tingkat masih sangat mudah dimana setiap orang pasti bisa memanjatnya. Untuk tingkat yang lebih sulit barulah dipakai huruf misalnya 5.11.b tingkat yang tersulit saat ini adalah 5.15a.

Perbandingan dengan skala vi pada bouldering adalah, V0 setara dengan 5.9 yang sebenarnya sangat sulit untuk pemanjat tingkat pemula. Oleh karena itulah bouldering memiliki standar kesulitan yang lebih tinggi. Pada bouldering tingkat kesulitan dibawah 5.9 disebut V0- (ve nol min) untuk bisa memanjat 5.9 saja pemula harus rajin berlatih. Untuk tingkat yang paling gampang pada bouldering disebut VB (very biginer) sangat pemula. Kesimpulannya untuk memanjat tingkat mudah, V0 saja harus pada bouldering pemanjat harus sering berlatih.

PENULIS : Nad Outdoorlife - Zulkarnain Nad

Artikel TEKNIK DASAR BOULDERING DALAM PANJAT TEBING ini ditulis oleh Nad Outdoorlife Terima kasih telah membaca artikel ini, Silahkan di SHARE jika bermanfaat, sertakan link aktif jika ingin meng-copy atau tinggalkan KOMENTAR jika ingin bertanya.

Tidak ada komentar:

TANGGAPI ARTIKEL INI

Silahkan bertanya sesuai topik pembahasan atau memberi masukan. Penulis dengan senang hati akan menanggapi. Hanya komentar yang relevan yang akan ditampilkan.